Sajadah Qolbu

[ Dan pada sebagian malam,Bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya…" (QS Al-Insan [76]: 26 ]

Tersenyum dalam Syukur

Posted by [ ADMIN ] pada Oktober 31, 2008

Tersenyum dalam Syukur

Alhamdulillah..,pengalaman rasa dengan Tehnik Tersenyum dalam Syukur ini,membuat qolbu sejuk rasanya semoga Allah swt selalu menuntun kita untuk selalu bersyukur…pada-Nya amin,…selamat membaca. memahami dan mengambil hikmahnya…

Versi Pdf (Download di sini !) ( part-1 )

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillah segala puji hanya untuk-Mu yaa Allah, hanya dengan rahmat dan hidayah-Mu ,masih Engkau beri kesempatan ,…. untuk meghirup udara,..memandang alam semesta sebagai tanda ke besaran-Mu,…masih Terbukannya pintu maaf dan ampunan-Mu…..dan terutama nikmat Iman dan Islam….dan nikmat-nikmat yang sangat banyak dan tak kuasa kami menghitungnya yaa Allah

“Padahal hamba sadar yaa Allah,…tiada layak hamba mendapat nikmat-Mu ,..meskipun hamba mengharap dan menginginkan nikmat-Mu..”

Subhanallah,..tuntunlah hamba yaa Allah….

“ yaa Allah ajari aku berdzikir pada-Mu, ajari aku bersyukur pada-Mu, dan ajari aku beribadah yang baik kepada-Mu.” (HR.Bukhari-Muslim)

Sebuah Keinginan

Sobat muslim yang dirahmati Allah, sudah rahasia umum bahwasanya manusia itu tidak pernah puas terhadap apa yang ia dapatkan ,…(seperti dalam hukum gosen ithu…,ada yang ingat ?).Baiklah ,
secara analogi : ketika manusia itu menenmukan sebidang tanah yang penuh dengan harta karun (emas),..yakinlah hal utama yang dipikirkannya…bukanlah mengambil harta karun itu secara langsung, …melainkan yang ia pikirkan ialah “ jangan-jangan masih ada sebidang tanah yang lain penuh dengan emas juga???”..(hem itulah realitanya)…..lalu apa hubungan nya dengan syukur yaa??

Muncul pertanyaan ,apakah salah manusia memiliki keinginan..???,

hmm…pertanyaan ini cukup sederhana…tapi kalau kita lihat hadist berikut ini ,insya Allah alternatif solusi jawabannya…:Rasulullah saw bersabda :

“..Berkeinginan keraslah kepada sesuatu yang memberimu manfaat dan mintalah pertolongan Allah, dan jangan bersikap lemah” (HR.Muslim)

Dan berdasarkan hadist diatas ,maka dapat kita ketahui bahwa tiada yang salah dengan keingininan manusia,…tapi ada syaratnya ,keinginan yang dimaksud adalah keinginan yang memberi manfaat (tentunya manfaat/kebaikan didunia dan akhirat)….,jika dilihat dari manfaat itu adalah bagaimana kita untuk tidak pernah puas dalam berbuat kebaikan….subhanallah,…amin yaa Allah.).

Manfaat disini layaknya nikmat yang dibenarkan syari’at dan sebelum melangkah lebih jauh ,sangat dianjurkan untuk memahami terlebih dahulu tentang Definisi Niat dan Energi Niat ( artikel dalam blog ini atau silahkan klik : disini ) agar “Tersenyum dalam Syukur “ benar-benar hal menyejukkan….ada yang ingin merasakan…..?)

Sobat muslim, ….Tersenyum dalam syukur merupakan “ Rasa ” yang menyejukkan qolbu ,syukur bukan berarti berhenti meminta kepada Allah ,…karena Allah swt menyukai hamba yang hanya berharap pada-Nya.

“dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (QS.Al-Insyirah :8)

Bagaimanapun juga kita adalah makhluk lemah ,yang selalu membutuhkan pertolongan ,perlindungan dan Rahmat-Nya dan semua itu adalah nikmat/karunia Allah swt.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya, sesungguhnya Allah benar-benar Maha pengampun lagi Maha Penyayang”.( QS.An-Nahl:18)

Sobat muslim, jika saat ini Anda merasa mendapat nikmat Allah,..sikap awal yang harus kita akui adalah jujur pada Allah ….,bahwa apapun prestasi ataupun nikmat yang Anda dapatkan ….Allah telah menolongmu…..(dan itu sering tidak kita disadari…..Astagfirullah….)

  • Mengenal Tehnik “ Tersenyum dalam Syukur”
  • Sobat muslim,..yang dimaksud dengan tehnik disini, ialah istilah atau metode yang digunakan..
    ( insya Allah digunakan dalam menggapai “rasa Seyum dalam Syukur…Amin)
    Tersenyum yang dimaksud bukanlah senyum yang dibuat-buat/terpaksa, tapi senyum yang penuh rasa syukur yang muncul dari hati sanubari ….renungkanlah firman Allah berikut:

    “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku ,niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
    (QS.Al-Baqarah:152)

    “Dan barangsiapa yang bersyukur ,maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur),maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu ) lagi Maha Mulia.” .(QS.An-Naml:40)

    …..Metode (Tehnik ) ini adalah suatu pengalaman rasa,..dan tentunya rasa inipun bukanlah suatu yang dipaksakan ,tapi benar-benar pengalaman rasa yang menyejukkan ….dan akan terasa betapa Maha Penyayangnya Allah Azza wa Jalla…,(…hem…yang benar?? ,tidak percaya maka sebaiknya jadikan diri Anda sendiri Sebagai Bukti pengalaman rasa “Tersenyum dalam Syukur” tersebut….apakah Anda setuju..? …hm)

    Baiklah sobat yang insya Allah dirahmati Allah….,Selanjutnya pada artikel ini ada tahapan-tahapan Metode dan Tehnik Tersenyum dalam Syukur,…cukup sederhana ,..tapi harus di ikuti dari tahap awal sampai akhir…(ini sudah pernah kita lakukan ,tapi jarang kita dawamkan).. agar apa yang dimaksud penulis yaitu (“Tersenyum dalam Syukur”) dalam artikel ini benar-benar terwujud…sebagai pengalaman rasa yang menyejukkan qolbu…Insya Allah…amin…

  • Metode /Tehnik “ Tersenyum dalam Syukur
  • Sobat muslim yang dirahmati Allah,..Bukalah hati Anda …Niatkan dalam qolbu untuk selalu bersyukur kepada Allah .renungkanlah :

    “Ini adalah sebagian anugerah Tuhan ku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur “.
    (QS.An-Naml:40)

    Dan Renungkanlah Rasulullah Muhammad saw adalah hamba yang selalu bersyukur ,Beliau selalu sholat malam (tahajjud) sampai kaki beliau bengkak-bengkak ,padahal kita tahu Rasulullah dijamin Surga oleh Allah swt,..mengapa hal tersebut beliau lakukan : sebagaimana dalam hadis berikut:

    “ Mengapa engkau lakukan ini wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni kesalahan Anda baik yang sudah lampau maupun yang akan datang ?”lalu beliau datang!” lalu beliau menjawab:’Salahkah aku jika menjadi hamba yang bersyukur?.(HR.Muslim)

    Lalu bagaimana dengan kita?

    Baiklah sobat,….langsung saja…perhatikan tahap demi tahap metode “Tersenyum dalam Syukur” berikut ini

    1).Ketika selesai sholat atau dalam keadaan berwudhu ,Renungkanlah secara mendalam ,jika perlu
    catat diselembar kertas ,tentang nikmat/sesuatu yang telah anda dapatkan selama ini yang ketika anda mendapatkannya membuat hati anda sangat senang sekali ,..lupakan segala kegagalan yang pernah anda alami…,”karena yang Anda inginkan saat ini adalah
    Mensyukuri dan Bersyukur atas nikmat yang telah anda dapatkan…sebagai anugerah dari Allah swt.”sadari…dan renungkanlah…

    Baiklah sebagai contoh: tulislah dalam kertas catatan nikmat seperti berikut :

    “Pada tanggal 4 agustus aku mengikuti ujian SPMB ,saat itu aku sadar persiapan ku pada saat itu belum maksimal..dan aku sangat khawatir..ketika kulihat betapa banyak peserta yang ikut bahkan ribuan peserta..yaa Allah…apa mungkin aku bisa lulus?

    Setelah itu tepat tanggal 3 sepetember ,pengumuman pun berlangsung ,..aku bertambah khawatir …karena aku sadar tentang itu…”yaa Allah aku menginginkan kelulusan itu ‘,kulihat pengumuman di media massa itu,..dan ternyata namaku tersenyum ceria dalam pengumuman tersebut..yaa Allah hamba lulus…syukur yaa Robb…Alhamdulillah

    (ini hanya contoh ,silahkan tulis nikmat yang anda dapatkan baik nikmat umum ataupun khusus ,..dan ingat! Jangan pikirkan tentang kegagalan yang pernah anda alami,..dan bagi yang gagal spmb jangan pikirkan contoh diatas…,tapi pikirkan nikmat yang lain yang telah anda peroleh…sekecil apapun nikmat dalam pandangan kita,..namun jika disyukuri…maka ia besar dalam pandangan Allah …yaqinlah …ini serius ok)

    2).Fokuskan secara terus-menerus nikmat yang telah anda dapatkan tersebut
    (dalam ingatan atau lebih baik dalam catatan kertas tadi),…Bayangkan ( visualisasikan) proses ketika anda mendapatkan nikmat tersebut…bayangkan ketika anda berusaha…berdoa…dan keseriusan anda mendapatkan nikmat tersebut…hayati dengan perasaanmu….BAYANGKAN DENGAN NYATA proses itu

    3).Ketika semua terbayang dan benar-benar terasa (proses nikmat tersebut) …JUJURLAH pada ALLAH …..,bahwa anda pada saat itu memang benar-benar menginginkan nikmat tersebut …Jujurlah dengan sejujur-jujurnya…..dan ketahuilah……(bahwa nikmat itu,..KINI telah Anda DAPATKAN….!!!)

    Jangan pernah Mendustakan…..dan merasa mendapatkannya hanya semata-mata atas usaha anda….jangan mendustakan nikmat Allah…dan pertolongan-Nya…..sadarlah buanglah sifat sombong dalam dirimu….sadarilah…apakah .Pikiranmu….kecerdasanmu….tubuhmu…kakimu…tanganmu..tenagamu..waktumu…matamu…kesempatanmu..
    kesehatanmu..hasil dari usahamu….,???? apakah semua nikmat ini….hasil dari usahamu
    —-TIDAK SOBAT—-semua hanya atas Karunia Allah swt
    lalu mengapa…?,ketika kita menggunakan semua nikmat ini untuk meraih nikmat yang lain…lalu
    mengaku-ngaku hasil jerih payah sendiri tanpa pertolongan Allah…..?
    Astagfirullahaladzim..yaa Allah…

    “ Maka nikmat Tuhan kamu,..yang manakah yang kamu dustakan..? “.(QS.Ar-Rahman:13)

    Rasakan getaran disekujur tubuhmu…nikmat tuhan kamu….mengapa kamu dustakan …..mengapa…kamu dustakan ….,,,?,dan menangislah jika ingin menangis…sobat ….jangan ditahan…..memohon ampunlah kepada Allah

    4).Renungilah kembali,…masih banyak orang yang lebih layak mendapatkan nikmat ini,…lalu mengapa Allah memilih Anda ?? ,ingatlah masih banyak orang yang lebih pantas mendapatkannya…..,ingatlah masih banyak orang yang lebih pantas mendapatkannya

    5).Sadarilah kita masih malas melaksanakan perintah-Nya….sedikit sekali kita mengingat Alllah dalam sholat…khusyu’kah??…tapi Allah memilih Anda mendapat nikmat ini ,..ingatlah itu semua hanya atas rahmat Allah …kasih sayang-Mu yaa Allah….yaa Allah…yaa Allah..(panggil nama Allah….yaa Allah
    …yaa Allah ….terus panggil nama Allah …(hingga benar-benar merasakan getaran di qolbu)…
    jika getaran itu sungguh menyentuh qolbu…..sujudlah dengan penuh syukur dan rendah hati……ucapkanlah ALHAMDULILLAH SYUKUR YAA ALLAH…ALHAMDULILLAH ….SYUKUR YAAA ALLAH….(metode Dzikir ,Dikutip dari : Dzikrullah.com)

    6).selesai sujud, Tersenyumlah dengan penuh rasa syukur….senyum yang penuh rasa syukur yaitu ketawadhu’an (kerendahan hati yang paling dalam )….ulangi tehnik ini hingga benar-benar merasakan senyum dalam syukur….lakukan untuk nikmat-nikmat lainnya,…. maka tersenyumlah dengan kerendahan hati…tersenyumlah kepada Allah…jangan pernah mengeluh lagi….jangan pernah bersedih lagi…karena Allah tahu apa yang dimau hamba-Nya

    “ yaa Allah ajari aku berdzikir pada-Mu, ajari aku bersyukur pada-Mu, dan ajari aku beribadah yang baik kepada-Mu.” (HR.Bukhari-Muslim)

    Alhamdulillah sobat muslim,…akhir kata ,selamat mencoba semoga kita termasuk golongan orang orang yang pandai bersyukur kepada Allah swt selamanya amiin:

    “Dan barangsiapa yang bersyukur ,maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur),maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya
    (tidak membutuhkan sesuatu ) lagi Maha Mulia .(QS.An-Naml:40)

    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur ,pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu.”( QS.Ibrohim:7)

    Anda dapat menDownload Artikel ini versi Pdf

    Versi Pdf (Download di sini !) ( part-1 )

    Tapi sebelumnya, lihat dulu cara downloadnya ok

    Nb: Panduan Cara Download Ebook ( klik disini )

    Next Download :
    Klik: Download Gratis ( Ebooks Software Lainnya…..!!! )

    NB:Jika artikel ini bermanfaat,..silakan memberikan masukan/ koment,.demi penyempurnaan artikel ini, Bagi yang mau komentar,walaupun blum ada blog ,Cukup ISIKAN NAMA dan EMAIL,..lalu posting komentnya…

    ” Semakin Anda memberi komentar dan opini, maka ..akan semakin sempurna kualitas artikel ini”

    Wassalamu’alaikum wr.wb

    30 oktober 2008, by Al-Fatahul Ikhlas

    7 Tanggapan to “Tersenyum dalam Syukur”

    1. faisol said

      metode yg sederhana namun menyentuh rasa… saya mencoba mempraktekkannya & alhamdulillah spt kata sampean, benar adanya…

      terima kasih saya haturkan atas sharingnya…semoga menjadi ilmu yg bermanfaat & Multi Level Pahala, amin…

      kalau diijinkan, perkenankan saya menambahkan:
      sebenarnya kegagalan pun sebuah anugerah… kegagalan membuat kita lebih kuat & lebih giat lagi… sebagaimana dinasihatkan oleh Pak Mario Teguh :

      Perjalanan naik kita akan selalu ditaburi dengan ujian-ujian yang akan memisahkan kita dari mereka yang tidak betul-betul menginginkan kecemerlangan hidup. Ujian-ujian itu adalah tantangan yang memanggil semua serat keberanian dan kecerdasan kita untuk membentuk kekuatan pribadi yang memenangkan rencana-rencana kita. Bila kita tidak menang sekarang, kita akan menang nanti.

      Itu sebabnya, kejernihan dalam menyikapi kegagalan adalah pemungkin yang penting untuk memaksimalkan pencapaian hak kita untuk berhasil, untuk mencapai kecemerlangan yang kita cita-citakan. Pengenalan yang baik atas sifat-sifat kegagalan adalah penentu bagi ketepatan sikap dan tindakan-tindakan kita pada setiap upaya kedua kita. Maka, deskripsikanlah kegagalan dalam sifat-sifatnya yang asli.

      Kegagalan adalah tanda tidak tepatnya arah. Dengannya, penyesuaian adalah nama perjalanannya.

      Kegagalan adalah tanda tidak cukup baiknya cara, sehingga peningkatan adalah nama pelatihannya.

      Kegagalan sebetulnya tertundanya sebuah keberhasilan. Oleh karena itu, kesabaran adalah nama penantiannya.

      Kegagalan adalah tanda tidak cukupnya kekuatan. Itu sebabnya, kesungguhan adalah nama keharusannya.

      Kegagalan adalah tanda akan adanya jaminan keberhasilan. Dan…, iman adalah nama keyakinannya. Marilah kita sadari bahwa kita dibedakan dari orang biasa dari cara kita menyikapi kegagalan.

      Kemudian, bila kita bersedia untuk melayani impian hati kita dengan kecintaan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, kita tidak perlu lagi meramalkan keberhasilan kita. Dengannya, keberhasilan adalah hak yang pencapaiannya adalah sebuah kepastian.

      begitu dulu, saudaraku… semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin…

      salam,
      achmad faisol
      http://achmadfaisol.blogspot.com

    2. Muhammad Surya Ikhsanudin said

      Subhanallah……memang benar apa yang anda katakan, masih banyak orang yang lebih pantas kenapa meski saya, kenapa meski saya, kenapa meski saya. Saya rasakan betapa Allah memperhatikan saya, cinta kepada saya tapi kadang saya lupa untuk bersyukur, tidak serius dalam ibadah.

      Terima kasih atas artikelnya, sudi kiranya anda berkunjung ke Gubug Mayaku dan Syukron sekali lagi. oiya ada Pak Faisol,,,,Salam Pak Faisol, Khoir?
      Semoga Allah menjernihkan Hati Kita semua

      salam ukhuwah

      Kuncen http://gubugsurya.wordpress.com

    3. namada said

      baca dulu ah…🙂

    4. almni bw 2 said

      bner2 u mmank bner van

    5. Liza said

      wah…terima kasih. saya jadi tersadar untuk terus bersyukur..
      doakan saya yg akan mengikuti ujian masuk PTN..semoga menjadi hamba bersyukur

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s