Sajadah Qolbu

[ Dan pada sebagian malam,Bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya…" (QS Al-Insan [76]: 26 ]

Definisi Hakikat : Niat dan Energi Niat-2

Posted by [ ADMIN ] pada April 9, 2009

Definisi Hakikat : Niat dan Energi Niat

Versi Pdf (Download di sini)

Definisi Niat ini saya kutip dari ceramah para ulama’ yang telah saya sebutkan pada artikel awal ,semoga Allah swt menambah ilmu beliau (mereka ulama’-pen) dan mendapat keridhaan-Nya…amin.

Pahami dengan hatimu..!!

NIAT adalah Landasan dalam melakukan Usaha ( Baik ibadah ,muamalah dan sebagainya) untuk mencapai Tujuan sebenarnya ( hakikat).
ENERGI NIAT adalah Motivasi dan Nikmat yang dibenarkan Syari’at Islam dalam mencapai tujuan sebenarnya.
SYARI’AT adalah metode (cara) atau jalan yang digunakan untuk mencapai tujuan sebenarnya
HAKIKAT adalah Maksud dan Tujuan sebenarnya

Masih bingungkan ? kalau ga’ ada contoh…ok perhatikan contoh berikut:

“Si badu berada di Palembang, ingin menemui kakaknya dijakarta,transportasi yang digunakan untuk kejakarta dengan mengendarai pesawat udara ,ketika sampai dijakarta siang hari,..ia naik oplet dan akhirnya tiba di rumah kakaknya ..ternyata kakanya tidak ada dirumah karena kerja dan pulang sore,.sore harinya akhirnya ia baru bertemu dengan kakaknya,..mereka pun bercerita melepas rindu dan berbincang-bincang dan lain sebagainya.

Mari kita rinci bersama :
NIAT : Keinginan menemui kakaknya
SYARI’AT : Mengendarai pesawat udara,sampai di jakarta ,naik oplet ,tiba dirumah Kakaknya.
HAKIKAT : Bertemu dengan kakaknya…( inilah tujuan sebenarnya..!!!)

contoh lagi : Niat yang benar

“Amir menuntut ilmu diperguruan tinggi,lalu di wisuda mendapat IPK coumlude,hingga membuat bangga orang tuanya,dan langsung diterima kerja diperusahaan besar serta dapat menafkahi keluarga karena Allah swt (keridhoan Allah swt)”.

mari kita rinci lagi
NIAT : keinginan mendapatkan keridhon Allah swt
SYARI’AT dan ENERGI NIAT: Menuntut Ilmu,Nilai IPK bagus ,menyenaangkan orang tua,bekerja untuk menafkahi keluarga dll
HAKIKAT : Karena Allah swt ( keridhoan Allah swt)

baiklah mengapa saya sebutkan syari’at dan energi niat pada rincian diatas,..coba pahami kembali definisi Energi Niat yaitu Motivasi dan Nikmat yang dibenarkan Syari’at Islam dalam mencapai tujuan sebenarnya ,..karena menuntut ilmu ,mendapat nilai yang terbaik,menyenangkan orang tua dan menafkahi keluarga adalah motivasi dan nikmat yang dibenarkan syari’at islam yaitu ada dalilnya dalam Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah saw

Oleh karena itu,..segala sesuatu memiliki potensi untuk dijadikaan Energi Niat,…akan tetapi Energi Niat disini sesuai dengan definisinya yaitu dibenarkan syari’at Islam ini berarti Energi Niat yang dibolehkan adalah sesuatu yang sesuai
dengan Sumber Hukum Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis Rasul saw dan sesuatu yang tidak bertentangan dengan sumber hukum tersebut dan bukan untuk bermaksiat kepada Allah swt.
NB:
ENERGI NIAT : Sebelum terwujud = Motivasi
ENERGI NIAT : Setelah terwujud atau didapat = Nikmat / Karunia Allah swt

Pembahasan dan Pemecahan Masalah..!!

Pemahaman Niat..!!

Setelah kita mengetahui definisi Niat, Syari’at ,Energi Niat dan Hakikat ,maka kita sudah memasuki tahap pemahaman
Niat ,sampai disini kita mengetahui betapa pentingnya suatu Niat dalam setiap usaha yang kita lakukan oleh karena itu sobat kita harus berhati-hati dalam berniat ketika akan melakukan sesuatu usaha baik ibadah maupun muamalah dll,..jika kita salah dalam berniat maka hal ini akan mengundang masalah baru karena setiap aksi ada reaksi…..ada sebab ada akibat ..

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.Dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang diniatkan.Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya,maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya.Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”.(HR.Bukhori & Muslim).

Seperti yang kita ketahui pada awal pendahuluan,..ketika seorang Mahasiswa yang berniat mendapat IPK tertinggi atau seorang pelajar ingin menjadi juara kelas…mereka juga mempunyai Energi Niat (motivasi)…boleh jadi motivasinya : menunjukan bahwa ia bisa..!!,menyenangkan orang tua,ingin dikenal atau bahkan ingin dipuji,..bahkan ada yang takut karena orang tua dan lain sebagainya…dan kita akui motivasi tersebut memang mampu menaikan hormon adrenalin kita (baca: semangat) dalam mewujudkan keinginan atau target kita…hal ini dibuktikan dengan berhasil diraihnya IPK yang diinginkan Mahasiswa atau Juara kelas yang di idamkan sang pelajar………Tapi sayang sekali , Mereka menjadikan IPK tertinggi dan Juara kelas sebagai Tujuan sebenarnya —dan Energi Niat yang tidak sesuai dengan sumber hukum Islam yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah,…..mengapa sayang sekali…??, karena Tujuan sebenarnya (Hakikat) dan Energi Niat sangat berpengaruh dalam Niat.terutama ketika Nikmat dan manfaat yang akan diperoleh….dan kesalahan dalam menentukan Hakikat lah yang menjadi cikal bakal terbukanya pintu gerbang kesombongan ,..keangkuhan…menghalalkan segala cara ,riya’/ ingin dipuji,..ingin dikenal…bahkan karena merasa tujuan sudah dapat dicapai ….timbul kebosanan —akhirnya jenuh dan bingung –lalu berkata :Untuk apa kudapatkan Semua ini.–,tidak bahagia…..masalah ini bukan tidak mungkin terjadi pada kita bahkan mungkin ada yang telah atau sedang mengalaminya–.

Lalu harus bagaimana dalam Berniat lalu apa yang menjadi Hakikat..??

Bukalah hati anda ..! insya Allah penjelasan contoh dibawah ini menjadi solusi masalahnyaa amin..( ehem …serius amat!! hehe..3x).

Kunci Jawaban :
lalu apa sebaiknya dan seharusnya yang menjadi tujuan sebenarnya dalam setiap niat kita
jawabnya adalah Niat karena Allah swt yaitu keridhoan-Nya ,…ridho Allah swt hanya dapat diketahui kelak di akhirat….namun ada indikasi dan ciri-ciri calon orang yang insya Allah akan mendapat ridho Allah swt…( yang namanya calon berarti belum terpilih atau didapat …karena kita belum wafat dan kiamat).

Ciri-ciri orang sukses dunia Akhirat yang bila senantiasa istiqomah akan mendapat ridho Allah swt


1.Ketika ia mendapat karunia Allah swt,Bertambah taqwa ia kepada Allah swt dan mengenal Allah swt ( makrifatullah)
serta menambah keimanan kepada Allah swt—(Rukun Iman)—.
2.Semangat dalam menjalankan syari’at Islam dan sepenuh hati menjaga keikhlasan dalam menjalankan ibadah ..(Cinta, Harap dan Takut) hanya kepada Allah swt.–(Rukun Islam)–.
3.Sadar dan paham bahwasanya Allah swt selalu menatap,mengawasi dan mengetahui apa yang kita perbuat..–(Ihsan)–
4.Mensyukuri nikmat Allah swt yang didapat (yang merupakan Energi Niat-pen)
5.Tetap sadar Energi Niat yang didapat ( karunia Allah swt tersebut) bukan tujuan sebenarnya melainkan masih proses menuju hakikat (tujuan sebenarnya)…yaitu keridhoaan Allah swt…akan diketahui kelak di akhirat.
.(sumber: ceramah AaGym)–.

perhatikan ! kisah singkat ini

“Amir menuntut ilmu diperguruan tinggi,4 tahun kemudian ia di wisuda dengan mendapat IPK coumlude,hal ini membuat bangga orang tuanya,lebih menarik lagi ia langsung diterima kerja diperusahaan besar serta dengan gaji yang diperolehnya ia dapat menafkahi keluarga semua ini dilakukan amir karena Allah swt (keridhoan Allah swt)”.

dalam contoh diatas kita harus sadar bahwa ,.menuntut ilmu ,mendapat ilmu,mendapat nilai yang terbaik,menyenangkan orang tua dan menafkahi keluarga adalah Energi Niat (Motivasi, yang ketika didapat merupakan karunia Allah swt) dan masih dalam Syari’at (jalan/cara) ….Bukan Tujuan Sebenarnya…dan disinilah pentingnya Syukur kepada Allah swt,-
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS.Ibrohim:7).
Ini menunjukan Bersyukur hukumnya wajib..!!,

perhatikan lagi..!!
“Si badu berada di Palembang, ingin menemui kakaknya dijakarta,transportasi yang digunakan untuk kejakarta dengan mengendarai pesawat udara ,ketika sampai dijakarta siang hari,..ia naik oplet dan akhirnya tiba di rumah kakaknya ..ternyata kakanya tidak ada dirumah karena kerja dan pulang sore,.sore harinya akhirnya ia baru bertemu dengan kakaknya,..mereka pun bercerita melepas rindu dan berbincang-bincang dan lain sebagainya.”

Selain senantiasa bersyukur kita harus senantiasa istiqomah dan sadar bahwa ini Nikmat yang Diperoleh bukan Tujuan melainkan masih proses menuju hakikat (tujuan sebenaarnya)….seperti ilustrasi Badu diatas ibarat kata nikmat yang kita peroleh tadi kondisi nya sama dengan kondisi badu dipesawat udara dengan pelayanan yang nyaman full AC,..makan lezat..,tapi !! itu bukan tujuan si badu.. kan? itu masih proses..!!tujuan sibadu bertemu kakaknya dan ini dapat diketahui langsung oleh sibadu ketika bertemu dengan kakaknya dirumah,…seperi itu juga tujuan sebenarnya niat kita yaitu Keridhoaan Allah swt,…dan ini hanya dapat diketahui diakhirat kelak ketika masuk surga pun kita belum tahu apakah mendapat ridho-Nya atau tidak….tapi tidaklah hamba Allah itu masuk surga kecuali ridhonya..-

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS.AL-Bayyinah ; delapan)

Syukur dan sadar (bahwa nikmat dan karunia yang didapat merupakan masih proses) inilah yang menjadi Penutup( filter) pintu gerbang sifat-sifat tercela, seperti (kesombongan ,..keangkuhan…menghalalkan segala cara ,riya’/ ingin dipuji,..ingin dikenal…bahkan karena merasa tujuan sudah dapat dicapai ….timbul kebosanan —akhirnya jenuh dan bingung –lalu berkata :Untuk apa kudapatkan Semua ini.–,tidak bahagia) yang biasa menghantui ketika kita berhasil mendapat nikmat Allah swt ,…Oleh karena itu jangan sombong terhadap apa yang kita dapatkan,..bosan…merasa paling pintar,,, sadarlah… sadarlah…. sadarlah…. sobat !!,kita masih dipesawat udara seperti badu…kita jangan menjadikan nikmat sebagai tujuan karena kita akan gundah ,tapi jadikan nikmat sebagai alasan untuk bersyukur..kepada Allah swt ….karena tujuan kiat sebenarnya adalah keridhoan Allah swt di akhirat kelak.amin

Untuk sementara saya cukupkan sampai disini,..pahami apa yang dimaksud dalam artikel ini ….Insya Allah ,kita lanjutkan kembali….dilain kesempatan semoga bermaanfaat amin

NB:Jika artikel ini bermanfaat,..silakan memberikan masukan/ koment,.demi penyempurnaan artikel ini, Bagi yang mau komentar,walaupun blum ada blog ,Cukup ISIKAN NAMA dan EMAIL,..lalu posting komentnya…

” Semakin Anda memberi komentar dan opini, maka ..akan semakin sempurna kualitas artikel ini”

Anda dapat juga mendownload Artikel ini versi pdf

Versi Pdf (Download di sini)

Wassalamu’alaikum wr.wb

http://www.ivandrio.wordpress.com

 

Nb: Panduan Cara Download Ebook ( klik disini )

Next Download :Klik: Download Gratis ( Ebooks Software Lainnya…..!!! )

Satu Tanggapan to “Definisi Hakikat : Niat dan Energi Niat-2”

  1. […] Sering DiBaca ! Subhanallah…. Ada Sungai dalam Laut..!Download Gratis Video Panduan Software Cara Cepat Baca IqroDownload Gratis!Cara Ampuh…Potong VideoCara Mudah Belajar Membaca Al-Qur’an ( Huruf Arab/Hij’iyah ) dengan Software Arabic Talking Subhanallah…Semesta pun Berdzikir…!Definisi Hakikat : Niat dan Energi Niat-2 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s