Sajadah Qolbu

[ Dan pada sebagian malam,Bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya…" (QS Al-Insan [76]: 26 ]

Tazkiyatun Nafs

Posted by [ ADMIN ] pada November 19, 2009

Makna-makna Batin penyempurna kehidupan dalam sholat

Ungkapan-ungkapan mengenai makna ini antara lain ;
1.Kehadiran hati, yaitu mengosongkan diri dari segala sesuatu selain apa yang sedang dikerjakan dan diucapkan.
2. Kepahaman, yaitu terhadap kepahaman makna ucapan merupakan sesuatu di luar kehadiran hati. Kepahaman adalah Pengetahuan hati terhadap makna lafazh. Ini merupakan kedudukan yang manusia bertaraf-taraf di dalamnya karena tidak semua orang memahami makna-makna AlQur’an dan berbagai kalimat tasbih.
3. Penghormatan ( Tanzhim ), merupakan perkara di luar kehadiran hati dan kepahaman. Penghormatan merupakan tambahan bagi kehadiran hati dan kepahaman.
4. Haibah ( rasa takut yang bersumber dari rasa hormat ) melebihi penghormatan, bahkan merupakan ungkapan dari rasa takut yang bersumber dari rasa hormat dan pemuliaan.
5. Harapan. Seorang hamba dengan sholatnya seharusnya mengharap pahala dari Allah, sebagaimana ia takut akan siksaNya Karena kelalaiannya.
6. Rasa malu. Rasa ini melebihi semuanya karena bersumber dari perasaan selalu merasa kurang dan selalu berbuat dosa.

Penyebab timbulnya makna-makna tersebut

Penyebab kehadiran hati adalah adanya keinginan yang kuat karena hati Anda mengikuti keinginan Anda dan keinginan itu tidak akan hadir kecuali pada hal-hal yang menjadi keinginan Anda. Tidak ada cara atau terapi yang lain yang dapat menghadirkan hati kecuali dengan mengalihkan keinginan Anda kepada sholat.
Penyebab kepahaman adalah senantiasa berpikir dan memfokuskan otak untuk memahami makna dari apa yang diucapkan dalam sholat. Terapinya adalah dengan menghadirkan hati yang disertai dengan konsentrasi berpikir dan kesiagaan untuk menolak berbagai hal yang terlintas dalam hati.
Penghormatan ( tanzhim ) bersumber dari dua pengetahuan. Pertama, mengetahui kemuliaan dan keagungan Allah. Orang yang tidak meyakini keagungan Allah, jiwanya tidak akan tunduk pada keagunganNya. Kedua, mengetahui kehinaan jiwa dan keberadaannya sebagai hamba yang ditundukkan dan bertuan sehingga timbul dari kedua pengetahuan ini kepasrahan, ketidakberdayaan, dan kekhusyuan kepada Allah.
Haibah ( rasa takut yang bersumber dari rasa hormat ) dan rasa takut merupakan keadaan jiwa yang lahir dari pengetahuan akan kekuasaan Allah dan pengaruh kehendakNya pada diri seorang hamba.
Adapun pengharapan terwujud karena mengetahui kelembutan Allah, kedermawanNya, keluasan nikmatNya, keindahan ciptaNya, dan mengetahui kebenaran janjiNya, yaitu surga bagi orang yang mengerjakan sholat. Apabila telah ada keyakinan akan janjiNya dan pengetahuan akan kelembutanNya maka pasti akan timbul pengharapan.
Rasa malu akan terwujud karena perasaan serba kurang sempurna dalam melakukan ibadah dan karena ia mengetahui kelemahan dirinya dalam melaksanakan hak Allah Yang Agung. Rasa malu itu akan terasa makin kuat jika ia juga mengetahui kelemahan dan cacat dirinya dan bahaya dari cacat itu.

Penjelasan Rincian hal-hal yang harus hadir dalam hati pada setiap Rukun dan Syarat Sholat

Kewajiban Anda jika termasuk dalam orang-orang yang menghendaki akhirat adalah pertama, tidak melalaikan peringatan-peringatan yang terdapat dalam syarat-syarat dan rukun sholat, yaitu syarat-syarat yang mendahukui sholat adalah azan, bersuci, menutup aurat, menghadap kiblat, berdiri tegak dan niat.
Apabila mendengar azan maka hadirkanlah di dalam hati Anda gambaran tentang dahsyatnya hati kiamat dan bergegaslah dengan lahir dan batin untuk segra memenuhi seruan itu.
Mengenai bersuci, bersungguh-sungguhlah dalam menyucikan diri dengan taubat, penyesalan atas segala dosa lampau, dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi. Sucikan batin Anda dengan taubat karena itu merupakan focus penilaian Allah.
Menutup aurat berarti menutup keburukan-keburukan tubuh dari pandangan makhluk. Bagaimana dengan aurat dan keburukan yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah? Yakinlah bahwa pandangan Allah tidak akan terhalang oleh apapun. Yakinlah pula bahwa keburukan-keburukan itu dapat ditutupi dengan penyesalan, rasa malu, dan rasa takut kepada Allah.
Menghadap kiblat, adalah memalingkan zahir wajah dari segala arah hanya ke arah kiblatullah. Jika anggota tubuh bergerak-gerak dan menoleh kesana kemari maka hal ini dapat mengajak hati untuk berpaling dari Allah.
Berdiri tegak lurus, adalah cermin diri dan hati di hadapan Allah. Hendaknya kepala kita yang merupakan bagian tubuh yang tertinggi tertunduk khusyu dan hendaklah peletakan kepala di tanah dari tempatnya yang tinggi merupakan peringatan atas kewajiban hati untuk tawadhu’, merendahkan diri dan menjauhi keangkuhan.
Mengenai niat, hendaknya anda bertekad untuk memenuhi perintah Allah dengan sholat, menyempurnakannya, menghindar dari hal-hal yang dapat membatalkannya, dan mengikhlaskan semua itu semata-mata untuk mencari ridho Allah, mengharap pahalaNya, takut akan siksaNya, mendekatkan diri kepadaNya, dan menyandang karuniaNya.
Mengenai takbir, jika telah diucapkan oleh lisan maka hendaklah hati tidak mendustakannya. Jika di dalam hati ada sesuatu yang lebih besar daripada Allah maka sesungguhnya Allah menyaksikan Anda sebagai pendusta.
Mengenai do’a ifititah, makna wajah di sini bukanlah wajah yang zahir ( sebenarnya) karena wajah zahir dihadapkan kea rah kiblat. Sesungguhnya, yang Anda hadapkan kepada Allah adalah wajah hati. Koreksilah ia. Jangan sampai pembukaan munajat itu menjadi kedustaan dan kepalsuan. Wajah hati tidak akan menghadap kepada Allah sebelum ia berpaling dari selainNya.
Mengenai membaca AlQur’an, maka orang-orang terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, orang yang lidahnya bergerak sementara hatinya lalai. Kedua, orang yang lidahnya bergerak dan hatinya mengikuti lidah itu, maka hatinya memahami dan mendengarkan dari lidahnya seakan-akan dia mendengarkan bacaan orang lain. Ketiga, orang yang hatinya lebih dahulu sampai kepada makna-makna

Dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s